0 Comments

Kemerdekaan

Shalom Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Saya diberikan tema kemerdekaan “Bebas dari belenggu dosa”
81 tahun Indonesia Merdeka.

Yuk kita sama-sama katakan MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!

Kalau mau tanya dimana saya 81 tahun yang lalu?
Saya pun belum ada di dunia ini jadi saya tidak tahu bagimana rasanya sewaktu di zaman penjajahan dulu. Dimana hak-hak kita sebagai manusia; dirampas, dibelenggu, diikat, bahkan terima perlakuan yang paling tidak manusiawi yang tidak akan pernah kita bayangkan sebelumnya.

Sebelum kita mulai merenungkan satu atau beberapa bagian daripada firman tuhan hari ini saya mau tanya:

Saudara/i adakah rasa merdeka? Tidak dijajah.
Sudah bebaskah? Tidak terbelenggu.
Ada damaikah, tentram hati penuh sukacita? atau masih hidup dalam ketakutan.

Kita akan mulai sama-sama melihat di Kitab kejadian pasal 2 pada awal mula penciptaan manusia. Manusia yang diciptakan itu ditempatkan di Taman Eden, mendengar suara Tuhan, berjalan bersama Tuhan, dan melakukan kehendakNya Tuhan, singkat ceritanya sampai di kejadian 3 dosa masuk ke dalam dunia , manusia melakukan pemberontakan yang menyebabkan terputusnya hubungan dengan Allah sang Pencipta. Manusia tidak lagi melakukan apa yang merupakan kehendak Sang Pencipta melainkan berpaling dariNya dan mengikuti kata-kata setan.

Melalui kejadian di atas kita baru mengetahui apakah kita orang merdeka atau masih dijajah/terbelenggu oleh sesuatu yang mengikat kita sesuai dengan tema hari ini “kemerdekaan; bebas dari belenggu dosa?”

Mari bersama-sama kita baca dan hafalkan Yohanes 8:32

32dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.

Yohanes 8:32

Dimanakah kebenaran itu bisa kita dapatkan?
Apakah kemerdekaan itu sendiri menurut yang dinyatakan dalam Alkitab?
Bagaimana kita bisa merdeka/bebas dari belenggu dosa?

(Coba tolong satu atau dua kasih pendapat, apa itu merdeka)
Merdeka itu bebas, tidak dijajah, merdeka itu tidak terikat.
(Apakah semuanya setuju?)

Mari kita mulai belajar merenungkannya satu per satu:

Apa itu kebenaran?

Kita baca 1 Timotius 2:4 bersama…

4yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

1 Timotius 2:4

Ada satu kalimat yang mirip dinyatakan di injil Yohanes oleh seorang Penguasa Roma. Mari kita baca lagi ….

Yohanes 18:38a

38Kata Pilatus Kepada-Nya:”Apakah kebenaran itu?”

Yohanes 18:38a

Dan terakhir Yesus sudah menerangkannya dengan sangat jelas di ayat 37 bagian akhir,”setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”

Suaranya yaitu Firman Tuhan yang kita baca dan yang sedang kita renungkan hari ini.

Yesus memberikan satu pernyataan yang terang benderang dan jelas mengenai kebenaran melalui injil Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Di dalam Alkitab kita melihat Kristus menjadi satu-satuNya pribadi di dalam sejarah yang secara sah menyatakan Dialah sendiri kebenaran.

Tidak ada tokoh agama pun di sepanjang sejarah manusia yang berani membuat pernyataan teresbut, selain kristus yang mengatakan “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”

Benarkah klaim Yesus? Apakah ada kemungkinan-kemungkinan dari pandangan orang-orang skeptik mengenai klaim tersebut:

Pertama, Yesus Kristus penipu nih buat pernyataan sendiri.
Kedua, Ya, Dia memang sungguh-sungguh kebenaran.

Kalau memang Kristus penipu, silahkan dibuktikan apakah Dia penipu dalam sejarah manusia dan jika memang Dia adalah kebenaran itu sendiri maka setiap orang wajib takluk kepadaNya. Kenapa? karena Dia, Yesus Kristus adalah sumber kebenaran yang memerdekakan saudara/i, kita semua disini.

(ingat lagi bagian ini Yohanes 8:32 kebenaran itu akan memerdekakan kamu.)

Pertanyaan selanjutnya kita dimerdekakan dari apa?
Mari kita lihat kembali kejadian ketika manusia jatuh dalam dosa dan dibelenggu oleh dosa, baik keinginan dan kehendak semata-mata melakukan hal yang jahat, yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Dosa menarik kita, hanya berpusat diri untuk sesuatu yang menyenangkan jasmani. Seluruh indera kita dirangsang untuk menikmati dosa. Dosa membuat kita berpikir hidup bebas dan lepas, inilah kemerdekaan yang semu; semau, seuenaknya sendiri tentukan pilihan sendiri dan jalan sendiri terlepas dari kebenaran.

Dosa pada akhirnya membawa kita kepada kematian kekal, siksa neraka yang apinya tidak pernah padam. Suatu hari akan tiba saatnya kuta harus tanggung, kiita tidak akan bisa lepas dari penghakiman Allah.

(Kita mau “highlight” sebentar, konsekuensi atas keberdosaan manusia.)

Kita akan baca lagi bersama dari beberapa ayat berikut

23bahwa semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.

Roma 3:23

20Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 21Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.

Roma 6:20-21

Semua yang ada diruangan ini orang berdosa yah, harus ngaku loh !!! Saya pun orang berdosa, kita semua adalah hamba dosa.
Kita lanjutkan kembali di ayat 22 dan 23.

22Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 23Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Roma 6:22-23

Firman Tuhan memberikan kita jalan keluarnya “SEKARANG”
Kunci untuk melepas belenggu dosa hanya terdapat di dalam pribadi Yesus, Tuhan kita. Yesus Kristus adalah Allah yang mau turun ke dunia, memulihkan hubungan antara manusia berdosa dengan Allah di Sorga. Melalui Dia, sang Juruselamat, kemerdekaan sejati didapatkan dan belenggu dosa dilepaskan.

Yang terpenting

1.Hubungan antara kebenaran dengan kemerdekaan sangatlah penting untuk kita telusuri bersama dari awal permulaan penciptaan manusia yang akan membawa sejarah identitas kita memahami siapa kita yang sekarang di hadapan Tuhan.

2. Kemerdekaan sejati yang kita peroleh adalah kemerdekaan yang diikat pada kebenaran Allah , yang dikaruniakan kepada kita melalui sang Anak, Tuhan Yesus Kristus sang Juruselamat.

3. Dulu kita adalah hamba dosa sekarang kita adalah hamba Allah.

Panggilan

Siapa atau adakah yang disini mau menjadi hambaNya, maukah engkau bebas dari belenggu dosa? Mau kah engkau merdeka?
Mau kah? Mau kah?

Doa

Tuhan Yesus, Terpujilah namaMu. Dimashyurkan namaMu sampai ke ujung bumi. Jika ada seorang diantara kami yang selama ini masih mengeraskan hati, menyelewengkan kemerdekaan yang Tuhan kasih kami sebagai manusia di bumi ini.,Biarlah hari ini saya mau komitmen serahkan hidup di bawah kendali tangan Tuhan yang berdaulat. Saya mau menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Jurusleamat saya pribadi. Roh kebenaran dan hikmat boleh terus pimpin saya selangkah demi selangkah melalui hidup yang telah dimerdekakan ini; boleh aku diajar untuk hidup kudus, hidup berbuah bagiNya , diperkenan olehNya hingga akhir mahkota kemuliaan boleh kudapatkan.
Hormat bagi Allah dan kemuliaan bagi Dia untuk selama lamanya.
Amen

S.D.G

Closing statement

Biarlah kebenaran hari ini menjadi jangkar iman kita bersama dan tarikan dosa tidak lagi mengikat kita…
Karena “kebenaran itu akan membebaskan kamu”

Biarlah kebenaran hari ini membuka pengertian kita akan arti kemerdekaan sejati yang sesungguhnya.

Biarlah kita komitmen mengikatkan diri selalu pada kebenaran Firman Tuhan.

Biarlah kita tekun baca merenungkan Firmanya setiap hari yang menjadi panduan kita melangkah ke dunia yang gelap dan penuh dengan perangkap dosa.

Biarlah sekalipun kalau sampai kita jatuh lagi dan lagi dan lagi, kita selalu diingatkan kembali seperti peringatan perayaan kemerdekaan hari ini ada satu ikatan bendera merah putih yang ditarik keatas dan semua orang yang dibawah boleh melihat memberi hormat. Seperti demikianlah  kebenaran yang akan menarik kita dari jurang/lembah kekelaman, mengangkat kita bangkit kembali menyadarkan kita untuk melihat Dia, Sang Juruselamat, mari serahkan diri, kita mau bertobat hidup suci hidup kudus selalu di hadapanNya.

Tuhan memberkati kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *